Kembali ke Blog
Laporan Keuangan/12 Jul 2026/Diperbarui 12 Jul 2026/2 menit baca/Usantara.id Team

0 kali dibaca

Laporan Pemasukan dan Pengeluaran UMKM: Cara Membaca Arus Kas Tanpa Ribet

Panduan praktis membuat laporan pemasukan dan pengeluaran UMKM agar owner bisa membaca arus kas, profit, invoice belum dibayar, dan biaya operasional.

Laporan Pemasukan dan Pengeluaran UMKM: Cara Membaca Arus Kas Tanpa Ribet
Usantara.id
Laporan Keuangan

Bagikan Artikel

Laporan pemasukan dan pengeluaran adalah dasar untuk mengetahui kondisi bisnis. Banyak UMKM merasa penjualan ramai, tetapi saldo tidak bertambah. Penyebabnya sering sederhana: uang masuk tidak dicatat rapi, pengeluaran kecil tidak terlihat, dan invoice yang belum dibayar tidak dipisahkan dari pendapatan nyata.

Dengan laporan yang rapi, owner bisa melihat apakah bisnis benar-benar untung, biaya apa yang paling besar, dan kapan perlu menagih customer.

Bedakan omzet, pemasukan, dan profit

Omzet adalah nilai penjualan. Pemasukan adalah uang yang benar-benar masuk. Profit adalah sisa setelah dikurangi biaya. Tiga angka ini sering tertukar. Invoice yang sudah dibuat belum tentu menjadi pemasukan jika customer belum membayar.

Karena itu, dashboard bisnis sebaiknya memisahkan invoice terkirim, invoice lunas, dan pengeluaran. Dengan pemisahan ini, owner tidak salah mengambil keputusan.

Kategori pengeluaran yang perlu dicatat

Pengeluaran tidak harus dicatat terlalu rumit, tetapi harus konsisten. Buat kategori agar mudah dibaca setiap bulan.

  • Bahan baku atau stok barang.
  • Biaya iklan dan promosi.
  • Gaji, komisi, atau fee freelancer.
  • Ongkir dan transportasi.
  • Sewa, listrik, internet, dan operasional.
  • Langganan aplikasi.
  • Sparepart, alat kerja, atau perlengkapan.

Cara membaca laporan bulanan

Lihat total pemasukan, total pengeluaran, selisih, invoice belum dibayar, dan kategori biaya terbesar. Jika pengeluaran iklan naik tetapi penjualan tidak naik, strategi promosi perlu dievaluasi. Jika invoice banyak belum dibayar, sistem follow-up harus diperbaiki.

Hubungkan laporan dengan invoice

Laporan akan lebih akurat jika invoice dan pembayaran terhubung. Setiap invoice yang lunas bisa masuk ke catatan pemasukan. Setiap biaya operasional bisa dicatat sebagai pengeluaran. Dengan begitu owner tidak perlu menghitung semuanya manual dari awal.

Laporan bisnis di Usantara.id

Usantara.id membantu UMKM membuat invoice, mencatat pengeluaran, membaca revenue, dan menyiapkan laporan bulanan. Fitur ini cocok untuk bisnis yang ingin naik kelas dari catatan manual ke dashboard yang lebih rapi, tetapi tetap mudah dipakai.

Langkah berikutnya

Coba fitur yang dibahas di artikel ini langsung di dashboard.

Kalau artikel ini membahas link bio, invoice, nota servis, atau WhatsApp CRM, lanjutkan ke menu yang sesuai biar konteksnya langsung nyambung.

Lanjut Baca

Artikel lain yang masih nyambung.

Mulai sekarang

Siap rapikan operasional bisnis?

Gabungkan invoice, WhatsApp CRM, pembukuan, link bio, dan analitik dalam satu workspace yang mudah dipakai tim.